IGCOMPRESSOR adalah rangkaian langkah pendek yang berjalan di dalam browsermu. Halaman ini menjelaskan setiap langkahnya, lengkap dengan angkanya, supaya kamu bisa menilai sendiri apakah alat ini melakukan yang kamu butuhkan. Tidak ada yang rahasia di sini; nilainya ada pada urutan dan pengaturan default-nya.

1. Decode di perangkatmu

Saat kamu menaruh file, browser membacanya dengan mesin gambar bawaannya sendiri. JPEG, PNG, WebP, dan GIF bisa dibuka di semua browser; HEIC bisa dibuka di Safari, yang membacanya secara native; file RAW kamera ditangani dengan memuat decoder open source kecil sesuai kebutuhan, yang mengambil preview ukuran penuh yang tertanam di dalam file RAW. Orientasi dari data EXIF diterapkan, jadi foto potret keluar dalam posisi tegak.

Proses decode berjalan di Web Worker kalau browser mendukungnya, supaya halaman tetap responsif saat memproses 50 foto sekaligus. Tidak ada langkah upload karena tidak ada server yang menerima gambar. Kamu bisa membuktikannya di tab Network browser, atau dengan mematikan Wi-Fi setelah halaman dimuat.

2. Crop ke rasio target

Setiap preset punya bentuk: 4:5 untuk postingan feed Instagram, 9:16 untuk story, 16:9 untuk thumbnail YouTube, 413×531 untuk pas foto. Alat meng-crop sumbernya ke bentuk itu lebih dulu, di sekitar titik yang kamu pilih dengan menggeser preview. Crop sebelum resize itu penting karena resize jadi cuma punya satu pekerjaan, dan karena kamu melihat hasil crop-nya sebelum platform yang memutuskannya untukmu.

Preset yang bertipe "muat dalam" (WhatsApp, Telegram, email) melewati crop dan hanya mengecilkan foto supaya masuk ke dalam kotak.

3. Resize bertahap

Mengecilkan foto 6000 px ke 1080 px dalam satu lompatan dengan filter dasar membuang detail secara tidak merata. Alat ini membagi dua ukuran gambar berulang kali selama masih lebih dari dua kali ukuran target, lalu melakukan resize terakhir dengan filter kualitas tertinggi milik browser. Hasilnya lebih dekat ke keluaran Lightroom atau Photoshop daripada ke hasil resizer web pada umumnya. Pembesaran hanya dipakai pada preset formulir yang mewajibkan piksel pasti.

4. Pertajam setelah resize

Setiap pengecilan sedikit melembekkan tepian. Alat menerapkan unsharp mask dengan radius satu piksel pada piksel akhir, dengan kekuatan yang berbeda per preset (0,4 untuk postingan feed Instagram, 0,35 untuk story, 0,2 untuk pas foto formulir). Mempertajam sebelum resize hanya buang-buang tenaga; ini satu-satunya langkah yang paling sering orang kerjakan dalam urutan yang salah.

Kamu bisa mengubah kekuatannya di bawah Opsi lainnya: Mati, Ringan, Sedang (default preset), atau Kuat. Cek hasilnya dengan tombol Bandingkan di zoom 1:1.

5. Mencari ukuran file yang tepat

Kualitas JPEG bukan sesuatu yang linear. Alat mengodekan gambar di kualitas 95, mengecek ukurannya, dan kalau melebihi target, melakukan pencarian biner ke bawah, sampai tujuh kali pengodean, hingga file mendarat tepat di bawah batas dan sedekat mungkin dengan target. Alat tidak pernah turun di bawah kualitas 35. Kalau itu pun masih terlalu besar untuk batasnya, alat mengurangi piksel sedikit dan mencari lagi; ini hanya terjadi di mode ukuran pasti dengan batas yang sangat kecil.

Untuk Instagram, targetnya antara 500 KB dan 1 MB, membidik sekitar 850 KB untuk gambar 1080×1350. Rentang itu lahir dari banyak coba-coba: file yang lebih kecil memunculkan artefak kotak-kotak setelah kompres ulang Instagram sendiri, dan file yang lebih besar cenderung dikompres lebih keras.

Untuk formulir yang mewajibkan ukuran minimum, alat bisa memadatkan JPEG dengan segmen komentar yang tidak berbahaya supaya file tidak pernah ditolak karena terlalu kecil. Pikselnya tidak disentuh.

6. Ekspor

Keluarannya adalah JPEG baseline dalam sRGB tanpa data EXIF, atau WebP atau PNG kalau kamu memilihnya. Penghapusan metadata ini disengaja: lokasimu, nomor seri kamera, dan thumbnail tertanam (yang bisa berupa versi lama foto yang belum di-crop) tetap tinggal di perangkatmu.

Di HP, tombol Bagikan menyerahkan file ke menu bagikan sistem, jadi file bisa langsung masuk ke Instagram, WhatsApp, atau formulir tanpa mampir ke folder unduhan. Hasil batch bisa diunduh sebagai ZIP, yang juga dirakit di dalam browser.

Yang tidak bisa dilakukan alat ini

Alat ini tidak bisa mencegah platform mengompres ulang upload-mu. Instagram, Facebook, WhatsApp, dan yang lain selalu menjalankan kompresi mereka sendiri. Yang dilakukan file yang sudah disiapkan dengan benar adalah tidak menyisakan pekerjaan lain untuk kompresi itu: tanpa resize, tanpa crop, tanpa konversi warna, dan dengan JPEG yang sudah berada di rentang yang mereka toleransi. Itu seluruh triknya, dan itu sebabnya hasilnya terlihat seperti yang kamu upload.

Alat ini juga tidak bisa mengembalikan detail yang sudah hilang. Foto yang datang lewat WhatsApp di 1600 px tidak akan berubah jadi gambar 4K yang tajam. Kalau bisa, selalu mulai dari file aslinya.

Coba dengan fotomu sendiriTaruh foto di bagian atas halaman. Sepuluh detik kemudian fotonya sudah pas ukurannya, tajam, dan siap diposting.
Kompres foto