WhatsApp itu aplikasi chat dulu, aplikasi foto belakangan, dan pengaturan bawaannya menunjukkan itu. Kirim foto dengan cara biasa dan fotonya diperkecil ke sekitar 1600 piksel di sisi terpanjang lalu diperas ke kira-kira 100 sampai 200 KB sebelum keluar dari HP-mu. Untuk chat sehari-hari itu cukup; untuk foto yang kamu edit lama, itu menyebalkan. Ada tiga jalan keluarnya: kirim dalam HD, kirim sebagai dokumen, atau beri WhatsApp foto yang sudah pas dengan batasnya supaya hampir tidak ada lagi yang perlu diutak-atik. Mana yang dipakai tergantung siapa penerimanya dan seberapa banyak kuota yang mau kalian berdua habiskan.
Apa yang dilakukan WhatsApp pada foto biasa
Setiap foto yang dikirim sebagai foto dikodekan ulang di HP-mu. Di kualitas standar, sisi terpanjang dipotong ke sekitar 1600 px dan JPEG-nya dikompres keras, biasanya mendarat di 100 sampai 200 KB. Foto 12 megapiksel menyisakan kurang dari seperlima pikselnya dan kehilangan hampir semua detail halusnya dalam satu langkah. Foto yang dikirim dengan cara ini dibatasi 16 MB sebelum di-resize, jadi masalahnya bukan file yang terlalu besar; masalahnya adalah pengecilan otomatis itu.
Foto pecah yang sering dikeluhkan datang dari satu langkah berat itu. Foto asli yang besar dan penuh tekstur halus (rambut, kain, dedaunan, teks kecil di poster) diperkecil dengan filter cepat, lalu dikompres saat detail yang tersisa sudah lembek. Dua hal yang memperbaikinya: kirim versi yang tidak perlu diperkecil WhatsApp, atau pindah ke mode yang memperkecil lebih sedikit.
Cara 1: kirim dalam HD
WhatsApp menambahkan foto HD pada 2023. Dalam HD batasnya naik ke sekitar 4096 px di sisi terpanjang dan filenya ke kira-kira 1 MB. Itu tetap kompresi ulang dan tetap bukan file asli, tapi pada foto HP bedanya langsung terlihat begitu di-zoom.
Untuk satu foto:
- Pilih foto di chat seperti biasa.
- Ketuk tombol HD di bagian atas preview. Fotonya beralih ke HD.
- Kirim. Penerima melihat label HD kecil di fotonya.
Untuk semua foto:
- Buka Setelan (titik tiga di Android, ikon roda gigi di iPhone; di iPhone menunya bernama Pengaturan).
- Ketuk Penyimpanan dan data.
- Ketuk Kualitas unggahan media.
- Pilih Kualitas HD.
Harganya adalah kuota. Foto HD lima sampai sepuluh kali lebih besar daripada foto standar, dan di koneksi seluler yang lambat butuh waktu lebih lama untuk terkirim. Kalau kamu mengirim puluhan foto sehari ke grup keluarga, biarkan defaultnya Standar dan pakai tombol HD hanya untuk foto yang benar-benar penting.
Cara 2: kirim sebagai dokumen
Dokumen dikirim sebagai file. WhatsApp tidak membuka, me-resize, atau mengompresnya, dan batasnya 2 GB. JPEG kamera 6 MB, file RAW, atau PNG dengan latar transparan sampai persis seperti saat dikirim.
Di Android: ketuk ikon klip kertas, pilih Dokumen, lalu cari fotonya di galeri atau aplikasi file. Di iPhone, pemilih Dokumen membuka aplikasi File, jadi simpan fotonya ke File dulu (Foto › Bagikan › Simpan ke File) dan lampirkan dari sana. Di WhatsApp Web dan aplikasi desktop, seret filenya ke chat dan pilih Dokumen, bukan Foto, saat ditanya.
Penerima mendapat kartu file dengan nama dan ukuran, bukan gambar yang langsung tampil. Mereka harus mengetuk untuk mengunduh, dan di Android filenya masuk ke folder dokumen WhatsApp, bukan galeri. Untuk fotografer yang mengirim file final ke klien, atau admin olshop yang mengirim foto produk ke desainer, ini persis yang dibutuhkan. Untuk grup keluarga, ini membingungkan, dan separuhnya tidak akan pernah membukanya.
Cara 3: siapkan fotonya, lalu kirim sebagai foto
Ini jalur untuk kebanyakan orang. Kalau fotonya sudah 1600 px di sisi terpanjang, dikodekan dengan bersih, dan di bawah 1 MB, jalur standar WhatsApp tidak punya apa pun untuk di-resize dan hanya melakukan kompresi ringan, jadi hasilnya terlihat seperti yang kamu kirim. Ide yang sama berlaku untuk HD: file 4096 px di bawah sekitar 3 MB lewat dengan kerusakan jauh lebih sedikit daripada file asli 20 MB.
Halaman WhatsApp di IGCOMPRESSOR punya dua preset untuk ini. Foto chat (tajam) me-resize ke 1600 px, mempertajam setelah resize, dan mendarat di bawah 1 MB. Foto HD melakukan hal yang sama sampai 4096 px, di bawah 3 MB, untuk dipakai bersama tombol HD. Tidak ada yang diupload; prosesnya terjadi di browser HP-mu dan tetap jalan meski data seluler dimatikan.
- Buka halaman WhatsApp dan ketuk Pilih foto. Pilih satu, atau sampai 50.
- Biarkan Foto chat (tajam) terpilih, atau ganti ke Foto HD kalau kamu berencana mengetuk HD di WhatsApp.
- Cek preview dan ukuran yang tampil di bawahnya.
- Ketuk Bagikan dan pilih WhatsApp. Filenya langsung masuk ke chat. Di komputer, ketuk Unduh dan lampirkan seperti biasa.
- Kalau kamu memilih preset HD, ketuk tombol HD di WhatsApp sebelum mengirim.
Aturannya: jangan beri WhatsApp apa pun untuk di-resize. Foto yang sudah tepat di batasnya (1600 px standar, sekitar 4096 px HD) dikompres ulang sekali, dengan ringan. File asli 4000 px di-resize dan dihancurkan dalam satu langkah kasar.
Sisi penerima
Mengirim dengan benar baru setengahnya. WhatsApp versi terbaru punya pilihan kualitas unduhan otomatis di bawah Setelan › Penyimpanan dan data, tepat di bawah Kualitas unggahan media, dengan pilihan Standar dan HD. Kalau penerima memilih Standar, HP-nya mengunduh versi kecil dari foto HD-mu lebih dulu, dan mereka bisa membuka versi HD-nya dari chat selama masih ada di server WhatsApp. Jadi kalau ada yang bilang foto HD-mu terlihat lembek, minta mereka mengetuk fotonya dan mencari unduhan HD-nya, atau mengubah pengaturan itu.
Dua hal lagi bikin foto yang diterima terlihat lebih buruk dari aslinya. Gelembung chat hanya menampilkan preview; buka fotonya layar penuh untuk melihat file sebenarnya. Dan foto yang disimpan dari WhatsApp adalah versi yang sudah dikompres, jadi meneruskannya atau memposting ke Instagram berarti mengompres file yang sudah dikompres, dan dari situlah foto-foto paling buram di grup keluarga berasal.
Foto profil dan status
Foto profil adalah persegi yang ditampilkan WhatsApp sebagai lingkaran kecil. 640×640 px sudah cukup, dan crop yang rapat di sekitar wajah lebih penting daripada resolusinya. Upload foto grup yang lebar dan crop cepat aplikasi menyisakan wajah yang mungil. Preset Foto profil (DP) di menu Penempatan meng-crop ke persegi itu.
Gambar status adalah bingkai layar penuh 1080×1920, seperti story Instagram. WhatsApp menambahkan latar blur untuk foto yang bukan 9:16, dan bar keterangan serta kolom balasannya menutupi bagian atas dan bawah, jadi jaga wajah dan teks di dalam area tengah 1080×1350. Preset Status 9:16 menampilkan zona itu di preview. Gambar status mendapat kompresi standar, jadi me-resize ke lebar 1080 px lebih dulu juga membantu di sini.
Yang tidak bisa diatasi
Tidak ada yang bisa mengubah kenyataan bahwa foto yang dikirim sebagai foto akan dikompres ulang, dan tidak ada pengaturan yang menghentikannya. HD mengurangi kerusakannya; Dokumen menghindarinya dengan mengorbankan kepraktisan. Dan begitu foto sudah melewati kompresi standar, detailnya sudah hilang; mengirim ulang dalam HD atau sebagai dokumen cuma mengantarkan file 1600 px yang sama dengan lebih setia. Simpan file aslimu dan kirim salinannya.
Checklist
- Chat santai: preset Foto chat (1600 px, di bawah 1 MB), kirim sebagai foto
- Foto yang penting: preset Foto HD, lalu tombol HD, atau Kualitas HD sebagai default
- File yang harus sampai utuh: lampirkan sebagai Dokumen (sampai 2 GB)
- Minta penerima cek kualitas unduhan otomatis kalau foto HD terlihat lembek di HP mereka
- Foto profil: persegi 640×640, rapat di wajah; status: 1080×1920 dengan area tengah 1080×1350 untuk teks dan wajah
- Simpan file asli, kirim salinan
Lakukan itu dan foto di HP penerima akhirnya terlihat seperti di HP-mu.